107. My First Holy Land Tour is When I…

Other than feeling like living at the time when the Bible was being written and ‘feeling’ physically & geographically closer to God, here are another moments from my first Holy Land tour:

  1. TRIED NEW FOOD

I’m a girl with that enthusiasm towards anyyythiing that is new to me, so this trip was definitely exciting because you know, different land, different food .

DSC00111

first breakfast in the land of Pyramids after long hours of flight

DSC01452

THEY ARE SO HUGE. This is what we got after relentlessly nagging to our  tour guide because it took sooo long to get to the restaurant… He got off the bus & all of a sudden we had this in our hands! Man, we were busy chewing and admiring this bread.. an effective one to keep us shut 🙂

2. HAD DOUBLE BENEFITS FROM THE TRIP

DSC00322

Got paid for endorsing my friend’s products hehehe. I got this initiative H-14 prior to the trip, so I made a poster and spread it. And I got paid haha.

Continue reading

Advertisements
Tagged , , ,

106. What Mochtar Riady teaches me

Hari itu aku lagi di Karawaci, ngunjungin adek yang lagi kuliah disana. Mumpung disupirin sama dia, jadi deh aku minta dianterin ke Books & Beyond wkwk. Pas dikasir B&B waktu aku udah mau bayar buku “Changing The Conversation”, aku liat sesuatu yang menarik.

Ada buku “Manusia Ide: Mochtar Riady. Otobiografi.” dan cuma 50 ribu.

Yaudah aku gak mikir lagi langsung beli buku itu, tau gak kenapa? Pak Mochtar Riady ini the man behind Riady’s empire! Dia yang awalnya bikin Lippo Group sampai sekarang bisa sebesar itu punya kampus, rumah sakit, mall, dll. Aku penasaran banget gimana ceritanya pak MR ini bisa sampai kesana.

So I read chapter after chapter, achievement after achievement and gosh he really is a “Manusia Ide”, just like what the cover says. But I capture there’s a similar pattern in his early success.

Continue reading

Tagged , , , , , ,

105. A Note To Fellow Travelers

Last December, I visited Egypt, Israel, and UAE as part of Holy Land Tour.

I used that moment to contemplate more and to have conversation with God more often. Not because being there makes me closer to God geographically – because guys, God is always with us every time and everywhere – but because it’s Holy Laaaandddd, and I don’t get to be there every day, so I wanted to make every penny & time spent counts.

In Egypt, the tour van walked us through Egyptian cliff for hours, showed on picture below. We were on our way to Israel.

DSC00412

DSC00411

the view from my seat

When I stared at the view outside, I thanked God because I was amazed by the work of His hands. It was so beautiful; I took several minutes to record it visually so I can recall the moment whenever I want.

(Though I’m aware the picture doesn’t serve well in representing the beauty of Egypt’s cliff. Sorry.)

Then right after I praised God about how amazing it is, I heard God spoke to my heart…

“You are amazed by beautiful places you see in front of you. But why don’t you wanna know The Creator of those beautiful places? Tell your fellow travelers.”

Continue reading

Tagged , , , , , ,

104. Throwback Tumblr Candleskoy part Serius

.. Nah ini bagian yang serius-serius. Gak banyak gue screenshot karna postingan serius panjang-panjang haha, yang hobi kepo bisa langsung ke tumblr candaoyi ya.

tb4

tb2

Continue reading

Tagged

103. Throwback Tumblr Candleskoy part Kocak

Karna besok gue mau ngisi sesi Pelatihan Menulis (again 🙂 ), siang ini jam lunch di kantor gue jadi ngebongkarin kotak menulis lama yang udah berdebu a.k.a…. tumblr!

Senyum-senyum sambil liatin laptop..

yeee kesel

BYE – -“

tb5

Continue reading

Tagged ,

102. Zoom In Kehidupan Anak FMCG

Hai! Buat yang belum tau, gue lulusan Teknik ITB dan sekarang kerja di bagian Marketing salah satu perusahaan FMCG di Jakarta. So far gue udah nyicipin 2 FMCG di Jakarta Selatan, food & non-food.

Dulu pas di kampus, gue gak pernah tau ada dunia kerja seperti FMCG, dimana gue bisa nyicipin martabak-martabak di Jakarta seharian dan dihitung sebagai “kerja”, digaji untuk lompat dari satu mall ke mall dibawah bendera “market visit”, bisa kerja ketemu sama artis yang jadi brand ambassador, dll.

FMCG adalah singkatan fast-moving consumer goods. Untuk tau apa itu industri FMCG, silahkan langsung menuju Google yah.

Biar kalian gak telat taunya kaya gue, makanya sekarang gue mau share apa aja sih kerjaan anak FMCG (di post ini gue fokus sama tim commercialnya ya, yaitu dept Sales & Marketing). Gambar-gambar dibawah dari postingan path circle gue yang ada di Mondelez, Nutricia-Danone, dan SC Johnson.

Jadii apa aja kerjaan anak FMCG?

1.DEFINITELY, LAUNCHING A CAMPAIGN!

Yap! Hidup brand di FMCG pasti penuh campaign ina-itu, entah di sekolah, toko, mall, dll. Misalnya campaign #AdaAQUA, #RasakanMomennya, campaign ngeluarin variant/produk baru, atau tematic campaign kaya pas Lebaran, Natal, Valentine, Hari Ibu dll.

bangga campaign

Beginilah senengnya seorang Marketeer begitu launching campaign. Rasanya PLOOONGGGGG dan BANGGGAAA!

Continue reading

Tagged , , , , , , , ,

101. Fiksi: Back to the Future

Apa-apaan ini.

Nesia sedang duduk berhadap-hadapan dengan wanita berbadan kecil. Di dalam sebuah restoran, di hadapan makanan bernama ‘mie ayam’. Wanita di depannya masih menatap dia bingung, namun tidak melanjutkan apapun yang sedang dia katakan tadi sebelum Nesia ‘tersadar’.

Nesia menatap sekeliling, dia melihat meja-meja restoran itu terisi penuh. Ada mangkok di semua meja. Baiklah, tempat ini adalah restoran bakmie ayam. Selain mangkok, ada juga koper-koper kecil di samping setiap meja. Melihat itu, Nesia memalingkan wajah ke arah mejanya sendiri. Ada kertas bertuliskan ‘Lion Air’. Tidak dibutuhkan kepintaran untuk tau kalau dia sedang berada di bandar udara, dengan tujuan Yogyakarta.

“Boarding time: 18.30”

Mata Nesia mencari cepat ke seluruh restoran. Benda dengan bentuk apapun yang dapat memberikan informasi. Astaga!

“Mbak, maaf. Gate 3A dimana ya?,” tanya Nesia, panik. Dengan satu tarikan nafas, dia berhasil memasukkan semua barang di atas meja ke tas tangannya, minum tegukan terakhir air bening dan bersiap beranjak.

“Ehhh mbak. Kita kan disini karna pesawatnya delay.”

Nesia yang pintar tidak percaya begitu saja. “Mbak menggunakan Lion Air juga?”

“Mbak kok lupa sih,” kata si mbak yang masih belum diketahui namanya ini sambil menunjukkan boarding passnya, “cuman saya mau ke Solo”.

“Nunggu disini aja mbak. Katanya masih sejam lagi.”

Well, Nesia memang tidak ingat kenapa dia ada disana. Tapi dia tau betul kalau perutnya lapar. Melihat mangkok mienya yang baru habis sepertiga, Nesia menuruti saran mbak tersebut.

“Sampai mana tadi kita… Oh iya. Iya gituuu mbak, disana mah biasa aja punya anak tapi gak nikah,” jelas si mbak sambil menggerakkan pergelangan tangannya yang menyiratkan ‘santai aja kali, mbak’.

Continue reading

100. Dialog Si Galau Dengan Pencipta

galau

‘Muka’ lo gak jelas waktu lagi galau

Pernah ngalamin gak kondisi dimana galau bikin lo susah berpikir dan mencerna informasi dengan benar? Baper aja bawaannya. Bagi gue, galau udah menganggu cara gue memandang diri sendiri. Gue jadi lupa siapa identitas gue. Not that gue lupa nama gue Sandra. Galau bikin gue lupa kalau gue adalah anak yang dikasihi Tuhan dan bahwa Dia udah mikirin jalan hidup yang indah buat gue. Semua kebaikan Tuhan berasa blur dibawah payung galau, bikin gue khawatir gak jelas. dan gambar diatas cukup menggambarkan betapa galau gagal bikin gue melihat dengan benar.

Galau gak bisa membuat lo melihat dengan benar.

“For God is greater than our hearts, and He knows everything.” – 1 John 3

Baca ayat diatas bikin lo nemu solusi galau gak sih? Well kalo enggak, gue akan menjabarkan lagi solusinya di bawah..

*

Leslie Ludy pernah mikir bahwa komitmen dia untuk menanti dan menikah dengan pria yang dipilihkan Tuhan bagi dia adalah kesalahan besar.

Dia khawatir pria jenis tersebut gak akan pernah muncul dalam hidupnya & dia akan terus sendiri sampai jadi nenek berumur 80 tahun. Karna disaat dia berkomitmen untuk menanti yang dari Allah, temen di sekelilingnya seenak perut gonta-ganti pasangan, nginep sama B, A, dan D.

Tapi nyatanya enggak tuh. Sekarang Leslie udah menikah dengan Eric Ludy dan menggarami banyak anak muda 😉

**

Gue inget banget waktu pertama kali denger True Purity dari Leslie Ludy, gue lagi nangis terduduk di depan meja kosan.

Continue reading

99. The Untold Story of One’s Past (2)

(Lanjutan dari bagian 1)

Bulan Juli 2013, para mahasiswa ITB sedang libur panjang. Apa yang mereka lakukan? Ada yang bermalas-malasan di kamar, menempa kemampuan diri dengan ikut ini-itu, atau berlibur keliling Jawa. Ada juga yang menangis sendiri di dalam mobil yang terkunci dari dalam.

Kamu. Tidak perlu takut dianggap freak, karna mobilmu adalah satu-satunya mobil yang terparkir di kosan. Kamu bebas menangis sebanyak yang kamu butuh.

Aku ingat saat hari-hari ini ada 2.5 tahun yang lalu. Kamu sulit dihubungi. Bisa, tapi lama dibales. Kalau mengutip mamamu, “lebih susah nyari kakak daripada nyari ibu Negara”. Yang paling aku khawatirkan, kamu putus di bulan-bulan penting calon wisudawan Oktober. Inget kan kalau kamu masih di awal bab 3 bulan ini? Bab 1 dan 2 juga belum disetujui bu Dwina. Teman-temanmu baru lulus, dan kamu? Putus.

Continue reading

98. “If you love me, hate me and love God.”

Lima tahun yang lalu, saya berkata pada orang yang saat itu saya kasihi di kampus ITB, sebut saja G,

“If you want to love me, hate me and love God.”

statfb5

Continue reading

%d bloggers like this: