Monthly Archives: September 2013

7. Hadiah Untuk Pejuang Oktober Terakhir, Clara dan Gladys

Hari ini, 24 September 2013, adalah penutupan periode sidang wisudawan Oktober 2013 untuk jurusan Teknik Lingkungan ITB. Yeay akhirnya daftar wisudawan Oktober TL ITB lengkap! Hari ini ditutup dengan sidang Clara, Gladys, dan Ulya.

Kasus Clara dan Gladys spesial banget buat periode wisuda kali ini. Mereka berdua susah dapet ijin sidang dari dosen pembimbing. Salah satu syarat sidang di TL ITB adalah dapet surat dengan tanda tangan dosen pembimbing yang menyatakan bahwa dosen tersebut sudah mengijinkan anak bimbingannya sidang. Tapi setiap kali bimbingan, bukannya dapet tanda tangan ‘boleh sidang’, malah nambah terus analisis yang harus mereka buat.

Sebenarnya sangat gak papa untuk nambah analisis demi memenuhi harapan dosbing. Gak papa kalau bulan lalu. Tapi ini udah mepet batas akhir sidang. Kalau lewat tanggal itu, babay lulus tahun ini. Dan itu hal terakhir yang kami inginkan (TT_TT).

Clara & Gladys pun maju terus, dengan bantuan dari beberapa teman, revisi, revisi dan revisi. They want October so bad! Jatuh 7 kali, tapi bangkit 8 kali. Mungkin pikiran untuk menyerah sering terlintas, but what matters is THEY’RE NOT QUITTING.  Pilihan yang tepat. Setelah perjuangan panjang, pacu terus-terusan, dan nasbahfbqnzzkcslcnbzzzttta,

akhirnya mereka BOLEH sidang hari ini, dan LULUS. Finally.. you nailed it guys 🙂 Emang bener kata temen, perjalanan menuju-sidang itu lebih wow dibandingkan hari H sidangnya.

Melihat perjuangan Clara & Gladys, gue putuskan untuk memberi mereka reward dengan ini (keduanya gue print dan taruh dalam frame).

CongraS.T., Gladys!

CongraS.T., Gladys!

Untuk Gladys

Untuk Gladys

Untuk Clara

Untuk Clara

 

gladys

Advertisements
Tagged ,

6. Jangan Panik, Berikut Tips-Tips Sidang Tugas Akhir

Hai! gue baru saja melewati check point dalam kehidupan gw sebagai mahasiswa.

Sidang di R. Rapat Lab HI TL ITB

Sidang di R. Rapat Lab HI TL ITB

Iya, “Sidang Tugas Akhir”.

Gue mau berbagi hal-hal yang perlu disiapkan menuju hari penting dalam hidup lo 🙂
Gue membaginya dalam 3 kategori. Otak, hati, dan penampilan.

A. OTAK

Di hari penting, otak jangan sampai blank.

1. Baca ulang jurnal yang berhubungan dengan TA. Saat menyusun bab Tinjauan Pustaka kita pasti mengumpulkan dan mengunduh banyak jurnal internasional yang dapat membantu penelitian kita. Sekarang semua jurnal tersebut perlu untuk dibaca lagi. Kalau perlu (dan memang perlu), tandai atau tulis ulang bagian penting yang kita temukan di tempat yang bisa kita buka/bawa secara praktis.

2. Baca TA secara keseluruhan mulai dari bab 1-kesimpulan & saran. Jangan sampai mendekati hari H, kita malah semakin merasa abstrak dengan penelitian kita. Kalau perlu banget, bikin mindmap, supaya ketika ‘diputer-puter’ dengan pertanyaan dosen penguji, kita gak jadi bingung sendiri. Dosen penguji hobi menanyakan dasar dari setiap hal yang kita lakukan. Oleh karena itu, jangan sampai kita jadi linglung dan gak yakin atas apa yang kita lakukan.

B. HATI

Di waktu-waktu mendekati sidang, cung yang merasa khawatir or not good enough for the D-Day. Memang sebaik apapun kita menyiapkan diri untuk sidang, selalu aja ada perasaan ‘gak cukup’ atau ‘gak siap’.

Above all else, guard your heart. Karena dari hati terpancar kehidupan.

Dari segala hal yang bisa kita kendalikan dan tidak bisa kita kendalikan, hati adalah teritori yang sangat bisa kita kendalikan loh guys. Kita bisa berhenti merasa khawatir once we choose to do so. Selain mengambil keputusan untuk tidak khawatir, berikut langkah yang bisa lo ambil yang dapat memberi lo kemampuan untuk menimpa kekhawatiran dengan kepercayaan diri:

1. Berdoa. Ini sih udah fix banget. Gue berdoa. Nyokap gue puasa di hari-hari menuju sidang gue. Bokap juga gak ketinggalan mendukung doa dari Jakarta. Kuasa doa itu real.

2. Perkatakan firman Allah yang lo percaya adalah janji Allah buat TA lo. Ini penting sih, karena janji adalah dasar kita percaya dan beriman. Ketika mulai goyah diatas ketidakpastian hasil sidang, kita punya janji Allah yang pasti dan unshakeable.

C. PENAMPILAN

Sidang adalah waktu dimana lo perlu untuk merasa nyaman, sukacita dan percaya diri.

1. Baju sidang. Dress for success! Jauh hari sebelum sidang (H-14) gue nyari blazer di TSM.

"Mama seneng gak kalau sidangku dapet A pake blazer ini?"

“Mama seneng gak kalau sidangku dapet A pake blazer ini?”

Atas bantuan Risa, gue bisa menemukan blazer ini, blazer yang sangat menggambarkan kepribadian gue o gosh. Lo tau gak ekspresi Elle “Legally Blonde” saat memutuskan untuk memakai blazer pink di hari pertama dia kerja? Kira-kira seperti itu juga reaksi gue saat mencoba blazer ini haha. Gw kirim gambar ini melalui BBM ke mama. Temen gue, Sandro, menyarankan gue nulis captionnya “Ma, mama seneng gak kalau aku dapet A di sidang nanti pake blazer ini?“. Haha, dan memang ‘sidang’ itu kata kunci yang bikin gue dapet ijin sponsor. I put effort to find a perfect blazer cause I decided to dress well to respect my audience and myself.

Being well-dressed is a beautiful form of politeness

2. Siapkan slide presentasi dengan baik dan passionate. Slide yang baik adalah slide yang membantu dosen penguji memahami apa yang ingin kita sampaikan. Slide yang baik tidak mengandung banyak kalimat yang belibet. Bantu dosen penguji kamu dengan gambar yang bisa merepresentasikan konten slide tersebut secara visual. Banyak tips mengenai slide presentasi yang baik, you’re just a click away from them. Selain itu, gue presentasi dengan Ms. Office 2013 dan hebatnya, ada fitur yang memberikan gue space untuk menulis cheatsheet dan ada time-keepernya juga. Fitur tersebut gue manfaatkan dengan menaruh informasi-informasi penting yang gak gue tampilkan di slide. Tujuannya adalahagar gue bisa segera menjawab ketika dosen penguji bertanya. Sebisa mungkin, jangan jadi deadliner ketika mempersiapkan slide, agar ada waktu untuk langkah ke-3.

3. Latihan presentasi. Satu fakta yang gue semakin sadari ketika latihan sidang adalah: berbicara baku dalam bahasa Indonesia ternyata lebih sulit daripada berbicara baku dalam bahasa Inggris. Sigh. Ini akibat gue yang terlalu sering ngasal dan ngaco kalau berdialog dengan teman. Mintalah waktu dosen pembimbing untuk latihan persentasi didepan beliau. Gue mendapatkan banyak masukan dari latihan dengan dosen. Kalau belum puas, lakukan lagi latihan presentasi di depan teman, misalnya partner TA. Selain itu, latihanlah dengan teman yang memiliki standard tinggi dan kritis. Latihan dengan teman yang paling sulit ‘dipuaskan’ efektif memangkas kekhawatiran yang tidak perlu ketika dosen penguji kita ternyata dosen paling killer se-jurusan. Hal yang penting juga adalah: biasakan berbicara dalam bahasa baku pada hari-hari menuju sidang.

Sebagai tambahan, yang perlu dijaga adalah kesehatan! Please, jadilah bijak. Makanlah makanan sehat dan istirahat yang cukup di hari-hari mendekati sidang. Oya, kemaren sih sebelum sidang gue menyempatkan diri untuk hairspa haha, karna butuh pijatan kepala yang bikin rileks. Pijatan di area kepala melancarkan darah yang mengalir ke otak loh mwehehe.

Semua ini gue lakukan karena koordinator Sidang TA gue, Pak Sukandar, berkata bahwa sidang TA adalah ‘kuliah terakhir selama di kampus’, jadi berikanlah yang terbaik.

Btw, untuk tau tips-tips menjalani tugas akhirnya sendiri, silakan mampir ke Bedah Tugas Akhir ^^

Selempang yang gak didapat sembarangan

Selempang yang gak didapat sembarangan

73cf2dc1b7ec575040c2ae581f62401e

Tagged
Advertisements
%d bloggers like this: