109. Bagaimana Aku Masuk Traveloka

Hi geng! Sebenernya sekarang sedang jam 2.21 dini hari, gue kebangun setelah tidur dari jam 10 karna lagi sakit. Merasa kesal sama sakit yang membuat hari ini gue hanya bisa “istirahat”, akhirnya gue putuskan mumpung udah bangun mau bikin sesuatu yang berguna.

*

Di hari ini, Senin 12 Maret 2018, gue memasuki minggu ketiga di Traveloka. Traveloka dikatakan berada di urutan #1 sebagai perusahaan dengan proses wawancara tersulit. Jadi bagaimana proses gue masuk sebagai Product Marketing Traveloka?

Prolog dulu dikit.

Jadi gue gak pernah mimpi bisa masuk Traveloka. Entah kenapa, mungkin karna menurut gue Traveloka is out of my reach ya, dan karna gue born and bred in FMCG yang beda banget ekosistemnya dengan ecommerce.

But then, in November 2017, one thing led to another, akhirnya terbuka jalan untuk gue melalui proses interview di Traveloka. Apa aja tahapannya?

  1. HR INTERVIEW
    • Di kasus gue, ini gak kaya interview sih. Lebih kaya rekruternya screening singkat dengan pertanyaan-pertanyaan to assessย whether the candidate will fit for the next process or not. Kalau dia OK, maka dia akan kasih kamu link buat melakukan online logic test yang harus dibereskan minimal 2×24 jam setelah linknya diberikan (gak boleh lama-lama).
  2. ONLINE LOGIC TEST
    • Chill geng, ini sebenernya bisa kok dikerjain tapi kalo lo udah panik dan mindsetnya “gila soalnya susah banget yaa pasti” ya kamu jadi susah melihat dengan ‘benar’. Isi logic test ini adalah soal-soal matematika gitu, kaya brain teasers/soal psikotes, yang harus diselesaikan dalam 20 menit. Saran aja – cari waktu yang benar-benar kondusif untuk buka link ini, dan ngerjain soalnya. Udah sarapan, tempatnya tenang, dan lo lagi gak ada kerjaan urgent.
  3. INTERVIEW #1
    • Ketika lulus online test (jangan lupa bilang makasih ke Tuhan dulu dan minta doa orangtua di rumah ๐Ÿ™‚ ), lo akan diinvite untuk jadwal interview pertama di kantornya di Wisma 77 Slipi. Biasanya interview pertama di Traveloka gak langsung sama usernya, tapi sama Lead di divisi lain tapi masih dari departemen yang kamu apply. Gatau apa tujuannya, tapi menurut gue untuk kalibrasi ya (bisa sotoy sih jawaban gue).
    • Setelah pertanyaan tentang personal, disini interviewer nyiapin 2 analytical test dimana gue diajak mikir. Duh tegang sih asli like takut salah atau takut jawaban gue bodoh gitu, jadi gue jawab ada ragu-ragunya gitu. But you know what? jadi setelah gue masuk aku ngobrol sama salah satu Lead dan dia bilang banyak intervieweee dia yang nyerah ditengah jalan, saying “duh aku nyerah ya, susah” yang sangat dia sayangkan. So geng, kalau menghadapi ini, don’t give up, just try your bessssssttt.
  4. INTERVIEW #2
    • Nah di interview kedua ini baru deh sama calon user a.k.a bos lo ketika lulus. In my case, pertanyaannya mirip-mirip sama interviewer #1: tell me about yourself, ceritain gimana kerjaan sekarang, motivasi masuk, dan setelah itu dia akan ngasih 1 small analytical case dimana kita diundang untuk mikir dan ngasih thoughts about the number (yes number geng, soalnya marketing di traveloka itu data-driven, kurang paham kalau dept lain ya).
    • Case yang gue bahas di sesi ini cuma 1 karna waktunya udah mau abis (hanya sejam) padahal dia udah nyiapin 2 case hehe. Casenya tentang apa sih? Bisa tentang bisnis Traveloka, bisa tentang logic aja, intinya disini dia pengen lihat gimana cara pikir atau urutan algoritma berpikir kamu, apakah make sense atau lompat-lompat?
  5. INTERVIEW #3
    • Di sesi ini, gue interview dengan bosnya user gue, alias Head. Pertanyaannya mirip, personal questions, kemudian tentang analytical test. Analytical test ini bukan berarti gue disuruh ngerjain soal kaya ujian lagi ya geng. No, lebih kaya dia present 1 case, trus menurut kita gimana sebaiknya? Atau dia nunjukin 1 data set tentang conversion rate (misalnya), trus kita diminta pendapat dan solusi mengenai angka tersebut.
    • Harusnya ini jadi interview terakhir gue sebelum masuk tahap offering, tapi ternyata gue diundang interview lagi. HRnya bilang Head ini melihat gue potensial buat satu role yang sebelumnya gue tidak dimaksudkan untuk role itu. Jadilah gue abis ini interview lagi sama calon user gue (again, hehe, fyuh lap keringet dulu).
    • Oh iya satu pertanyaan yang gue temukan ada di interviewer #2 dan #3 yaitu, “what is your proudest moment?”
  6. INTERVIEW #4
    • Mengulang proses yang sama seperti diatas – disini gue ditanya strength, weakness, toughest moment, dll. Pas ngomongin toughest moment ini, gue rada take it personally haha cause I just had personal winning that matters to me a lot in my previous company at that time (SC Johnson). Trus gue minta maaf kalau ceritanya jadi rada emosional soalnya dia nanya gitu sih huwhu.
  7. FINAL BUSINESS CASE
    • Jeng jeng. Just when I thought I’ve finished answering all the questions in my 4th interview session, interviewer a.k.a calon bos gue mengeluarkan soal dalam bentuk printan kertas gituh. Trus gue diminta nyatet soal dan pertanyaannya. Setelah mencatat, gue diberikan waktu 5 menit buat baca baik-baik soal-nya untuk nanya anything yang gue gak clear tentang case-nya.
    • Casenya tentang fintech yang gue sama sekali gak ngerti OMG. Gue pas baca soalnya gitu like “duh apaan ni mateng deh”, but I still hold confidence on my mind, knowing kalau dari kemarin aku bisa lolos sampe sejauh ini bukan karna kuat dan gagahku, tapi karna Tuhan. Jadi yaudah I keep on going! Gue tanya dan tanya asumsi buat soal itu, pokoknya anything that I think I need to know to finish the case. Nah excel jawaban gue harus dikirim balik keesokan harinya, paling lambat jam 12 malam, jadi gue punya ecaxtly 30 jam buat ngerjain.
    • Setelah ngobrol ma temen-temen lain, tahap business case ini gak selalu ada kok. Kayanya bos gue aja yang kerajinan ngasih jackpot ๐Ÿ™‚ Biasanya yang lain sampai interview #3 aja hehe.

Banyak yahhh! Puji Tuhan kalau bukan karna Tuhan yang memang sudah menentukan gue disini, rasanya sulit membayangkan bisa lolos 7 tahapan itu dengan hikmat sendiri fyuh. Dari tahap 1-7 kira-kira memakan waktu 2 bulan.

**

Nah sebenernya 7 tahapan diatas tidak tepat sih menjawab bagaimana gue masuk Traveloka? Karna sebenarnya jawaban yang tepat adalah karna pintu yang Tuhan buka tidak bisa ditutup oleh apapun. Dan Traveloka adalah pintu yang dibuka untuk gue.

“I know all the things you do, and I have opened a door for you that no one can close.” – Rev 3:8a

Berasa sih ketika prosesnya mulus dan gue bisa lolos tahap demi tahap, I just can sense it bahwa perkenanan Tuhan ada disini. Karna gue bukannya gak pernah telatย (interview #1 gue telat 6 menit, ngemailin jawaban business case jam 12.15 am), atau gue bukannya selalu percaya diri dalam jawab pertanyaan (ragu, takut salah jawab, plus muka gue gabisa boong jadi ketahuan banget), bahkan di interview #3 ada salah itung (0 dibelakang angka kurang 3 apa kelebihan 3 gitu).

Bukan berarti kalau prosesnya sulit tidak ada perkenanan Tuhan ya. No, I just know from my personal relationship with God, I had the feeling that “wah kayanya ini deh tempat aku selanjutnya”.

Dan yak 26 Februari kemarin aku resmi first day di Traveloka ๐Ÿ™‚


***

Segitu dulu cerita dari gue, masih banyak ceritanya tapi mau lanjut tidur yaa. 6 jam lagi udah harus berangkat kantor soalnya hehehe.

Btw, you might also want to read:

“Pekerjaan Pertama Gue itu Jawaban Doa”

Advertisements
Tagged , , , ,

9 thoughts on “109. Bagaimana Aku Masuk Traveloka

  1. Si Rakun Kecil says:

    Suka tulisan Kak Sandra dari yg lufrednow dan ini, banyak pelajaran yg diambil.

    Semoga tuhan selalu memberkati kakak yaa ๐Ÿ™๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ

    Liked by 2 people

  2. Dess says:

    Makasih kak, jd termotivasi juga buat ga pernah ragu sama rancanganNya. You are inpiring!๐Ÿ˜Š

    Liked by 2 people

  3. edopelawi says:

    Ayyyy welcome to the tech industry koy! Traveloka udah keren makin keren aja nih yak ๐Ÿ˜Ž Trus, apa jawaban buat pertanyaan “what’s your proudest moment” itu koy?

    Btw, get well soon koy! Istirahat yang cukup gih

    Liked by 2 people

    • Aww thankyouu Edo! Wah komennya susah ya haha, proudest moment waktu bisa ngeyakinin BOD pake data yang aku analisa sendiri utk mereka approve tambahin investasi supaya channelku bisa grow ๐Ÿ™‚
      Do, disini banyak nyari engineer nih ~~

      Liked by 1 person

      • edopelawi says:

        Woooh board of director? Presentasinya udah berhadapan ke orang-orang penting ya… gila gila gila

        Dimana-mana banyak nyari engineer koy ๐Ÿ˜‚ enjoy your new journey yaks~ ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘ Immanuel!

        Liked by 1 person

  4. Love love love! Emang kalo Tuhan udah buka jalan, kita cuma bisa taat ya ๐Ÿ™‚

    Liked by 1 person

  5. Nadia Ami says:

    kak makasih sharingnya. sepertinya lumayan susah ya kak prosesnya. pengen juga tapi takut gabisa ๐Ÿ˜ฅ

    kak mau nanya itu kalo yg kayak ngerjain business case gitu boleh minta bantuan orang lain ga ya? kakak ada tips ga aku merasa kurang punya pengetahuan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: