110. Dikecewakan

“If an enemy were insulting me, I could endure it;

If a foe were rising against me, I could hide.

But it is you, a man like myself, my companion, my close friend,

with whom I once enjoyed sweet fellowship at the house of God,

as we walked about among the worshipers.” – Psalm 55

Di akhir tahun 2017, respon pertama saat membaca ayat ini adalah saya takut.

“Duh apa nih Tuhan, jangan dong.” Gak sanggup dikecewakan temen sendiri 😦

Kenapa gue gak sanggup dikecewakan teman sendiri? Karna gue punya asumsi dan ekspektasi sendiri buat mereka.

Asumsi – gue tau hati mereka baik, sehingga gak mungkin mereka berbuat kesalahan fatal.

Ekspektasi – Sebagai temen dekat, gue expect gue udah tau banyak tentang kekurangan mereka, jadi gak akan ada lagi fakta cukup parah yang bisa bikin gue kaget. Cause I already know my friends right?

Tapi ternyata gak gitu guys.

Tahun ini, gue belajar dari bang Raditya Oloan, kalau lo mau punya hubungan real sama orang, it means you give them license to hurt you.

“To love is to be vulnerable” – CS Lewis

Kalau lo memutuskan untuk percaya dan/atau mengasihi temen lo, means lo memutuskan menerima fakta bahwa dia bisa salah, dia bisa jatuh, dan dia bisa aja menyakiti lo.

And when that happens, where will you be?

**

Dulu gue pernah melakukan kesalahan, trus gue ngaku ke bang Radit dan minta didoain. Bang Radit bilang gue harus ngasihtau Twin, TH gue.

“Takut bang, tar dia gak percaya lagi sama aku.”

“Gapapa, itu resikonya dia.”

Dan Twin memang kecewa. Tapi dia memaafkan gue, dan ambil resiko untuk tetap mengasihi gue walau dikemudian hari gue bisa aja menyakiti dia lagi. And I did.

***

Kita semua manusia yang jauh dari sempurna. Kita bisa banget salah. We sin everyday. We make mistakes and take wrong decisions. And when that happens to your friends/families, will you leave or will you stay? Will you be there standing for your close ones?

Atau selama ini hubungan lo fake dan lo hanya siap sama sisi baik mereka dan menolak untuk handle sisi buruk mereka?

Tuhan berkata Dia mengasihi kita, dan Dia ambil resiko untuk disakiti. Walau Dia tahu apa yang akan manusia lakukan, Dia berikan kita free will, kesempatan untuk hidup sesuka yang kita mau dan gak peduli sama Dia. Tapi Tuhan tau kita gak bisa mengasihi Dia secara real kalau kita gak diberikan opsi untuk gak mengasihi Dia.

Tuhan tau kalau real love itu happens ketika ada pilihan untuk tidak mengasihi. Dan Dia berikan kita free will, Dia tau kita akan menyakiti Dia, yet Dia ambil resiko itu karna Dia mengasihi kita.

Similar with that, dalam hubungan dekat, wajar kalau kita dikecewakan paling sakit oleh orang terdekat kita. Tapi kalau minjem kata Rara, “ketika kita merasa tersakiti, it reveals your level of love as well. Definisi ‘love’ akan teruji banget waktu lo feel hurt by your loved ones.”

God doesn’t give up on you, and won’t give up on you ever.

So where will you be? Sanggup gak kamu handle kelemahan mereka?

WhatsApp Image 2018-06-11 at 12.02.48 PM

One thought on “110. Dikecewakan

  1. mayatjahja says:

    Pas bgt ka lagi berpikir ingin menulis ini jg.. sedang mnyadari banyak hal klo kita always have expectation mrk baik sama kita jadi pas mrk ngga.. kita pun kecewa berat but if we give up, it means hubungannya dangkal banget. Thanks ka sudah mengingatkan buat kembali melihat yg Bapa lakuin ^^

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: