Category Archives: curhat

100. Dialog Si Galau Dengan Pencipta

galau

‘Muka’ lo gak jelas waktu lagi galau

Pernah ngalamin gak kondisi dimana galau bikin lo susah berpikir dan mencerna informasi dengan benar? Baper aja bawaannya. Bagi gue, galau udah menganggu cara gue memandang diri sendiri. Gue jadi lupa siapa identitas gue. Not that gue lupa nama gue Sandra. Galau bikin gue lupa kalau gue adalah anak yang dikasihi Tuhan dan bahwa Dia udah mikirin jalan hidup yang indah buat gue. Semua kebaikan Tuhan berasa blur dibawah payung galau, bikin gue khawatir gak jelas. dan gambar diatas cukup menggambarkan betapa galau gagal bikin gue melihat dengan benar.

Galau gak bisa membuat lo melihat dengan benar.

“For God is greater than our hearts, and He knows everything.” – 1 John 3

Baca ayat diatas bikin lo nemu solusi galau gak sih? Well kalo enggak, gue akan menjabarkan lagi solusinya di bawah..

*

Leslie Ludy pernah mikir bahwa komitmen dia untuk menanti dan menikah dengan pria yang dipilihkan Tuhan bagi dia adalah kesalahan besar.

Dia khawatir pria jenis tersebut gak akan pernah muncul dalam hidupnya & dia akan terus sendiri sampai jadi nenek berumur 80 tahun. Karna disaat dia berkomitmen untuk menanti yang dari Allah, temen di sekelilingnya seenak perut gonta-ganti pasangan, nginep sama B, A, dan D.

Tapi nyatanya enggak tuh. Sekarang Leslie udah menikah dengan Eric Ludy dan menggarami banyak anak muda 😉

**

Gue inget banget waktu pertama kali denger True Purity dari Leslie Ludy, gue lagi nangis terduduk di depan meja kosan.

Continue reading

Advertisements

92. (Untuk Dilihat 5 Tahun Lagi)

Buat apa sih nangis gini, Tuhan?

Buat apa senyum sambil nangis gini?

Buat apa nangis sambil senyum gini?

 *

(27 Juli)

“Jadi kalau kamu harus merangkum pengalamanmu di SION selama 5 tahun dalam 1 kata, kamu bakal pake kata apa?

“Oh my goodness”

“1 kata doang”

“Goodness”

“Psalm 27:13. YES PLEEEASE!”

“Aaaaaa bagusssss!!!”

 **

“Jadi poinnya apa?”

“Yang jelas bisa dirangkum dalam satu kata: GOODNESS.”

Ah you’re damn right. 5 tahun lagi, aku bisa mengerti bahwa air mata ini mengalir, mengairi dan menumbuhkan sesuatu.

Yang berharga, yang “I wouldn’t trade my years in the desert for anything”.

***

Anyway, barusan nemu video bagus buat yang lagi tawar hati :”)

Tagged

85. Take My Life

Ketika hidup begitu kacau, dan bahkan lo gak punya kekuatan untuk berserah pada Yang Berkuasa, just sing….

“Please take from me my life, when I don’t have the strength to give it away to You.”

***

Yeremia 33

(ayat 8) Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku,

(ayat 9) dan kota ini akan menjadi pokok kegirangan: ternama, terpuji dan terhormat bagiKu di depan segala bangsa di bumi yang telah mendengar tentang segala kebajikan yang Kulakukan kepadanya;

mereka akan terkejut dan gemetar karena segala kebajikan dan segala kesejahteraan yang Kulakukan kepadanya.

The people of the world will see all the good I do for my people, and they will tremble with awe at the peace and prosperity I provide for them. (NLT)

***

dan Tuhan akan kembali mengejutkan lo dengan segala kebaikan yang harusnya gak lo terima, tapi Dia berikan..

 

Tagged ,

82. “Stay Strong”

“Hey Sandra. Apapun yang sedang lo alami akhir-akhir ini, stay strong ya.”

Bukannya refleks berterima-kasih, gue menjawab chat itu dengan:

“Stay” is when you’re already there. Me? I can’t describe myself as strong.

Continue reading

Tagged , ,

81. Masalah?

Saya tahu benar bahwa tahun 2015 ini tidak akan menjadi mudah. Karna Tuhan yang saya temui dalam firmanNya berkata bahwa Ia akan mengguncang-bangkitkan sarang saya yang nyaman supaya ada kesempatan saya melatih sayap saya dan belajar terbang*.

Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, .., demikianlah Tuhan sendiri menuntun dia. – Ulangan 32:11-12

Malam hari, 5 Januari.

Saya tidak bisa menjelaskan kondisi saat itu.

“Tidak ada yang bisa diajak bicara” bukan berarti tidak ada yang bisa diajak bicara. Hanya saja saya tahu cerita ke orang-orang terdekat tidak akan terlalu membantu, karna ini rumit dan saya terlalu lelah untuk bercerita dan menyusun kata.

Saya berpaling ke firmanNya. Karna firman adalah Allah sendiri, saya percaya ketika saya mencari perlindungan pada firman, saya sedang mencari perlindungan pada Allah sendiri.

S: Too hard.. can’t handle it

T: Kamu tidak ingat bahwa Aku tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu (I Kor 10:13)

Lalu mata hati saya dibukakan.

Jika Tuhan tidak pernah membiarkan saya mengalami masalah yang melampaui kekuatan saya, dan jika saya pikir masalah ini terlalu berat, berarti saya tidak sadar kalau saya lebih kuat dari yang saya tau..

Biarkan saya mengulanginya,

SAYA LEBIH KUAT DARI YANG SAYA KIRA!!

Oh what a revelation from the Living Word!

Dan saya dimampukan tersenyum ditengah-tengah kondisi ini.

Karna setiap hari saya ngaca...

Biar inget tiap hari, karna cewe selalu ngaca tiap pagi

*penjelasan: Tuhan itu bagaikan rajawali yang mengajar anak-anakNya terbang dengan mengguncangkan sarang anak rajawali supaya anaknya bisa belajar menggunakan sayapnya dan berlajar terbang #funfact

P.S.: Wahai kamu yang berbeban berat, carilah perlindungan di tempat yang benar. Supaya dengan alasan yang benar, kamu dapat bertahan.

Tagged , ,

80. Malu Karna Pernah Khawatir

Kenapa kamu hibur aku?

Aku memang menangis

Bukan berarti sedih

 

Lihat lebih dekat

Mataku menangis

Tapi bibir tersenyum

 

Tanya aku kenapa

Beri aku waktu

Maka aku akan menceritakan padamu

Kisah kesetiaan Anak Raja pada anak manusia

Continue reading

Tagged , ,

66. No One Else Knows

My world is closing in on the inside, but I’m not showing it.
When all I am is crying out, I hold it in and fake a smile.

I have come to you in search of faith!
Cause I can’t see beyond this place.
You are God, and I am man. So I’ll leave it in your hands.

Continue reading

Tagged ,

63. Kado Mahal, Tapi Semua Orang Bisa Ngasih

statfb2

Pernah gak ngerasa segitu pedulinya sama temen, sampe kita cuma bisa berdoa?

Terkesan pasif, padahal sebenernya ini lahir dari keinginan hati terdalam untuk melihat hal besar & keren terjadi di hidup dia.

Yang dia butuh sesuatu yang gak bisa dibeli, karna gak dijual dimana-mana.

Bukan sesuatu yang bisa gue kasih, karna gue gak punya.

Bukan sesuatu yang bisa dibuat, karna hal yang kelihatan itu fana.

Sedangkan kami butuh lebih dari sekedar barang yang bisa diraba.

Hal yang kami minta segitunya sampe cuma bisa dikasih Satu Orang.

***

Besoknya setelah gue bikin status di FB, cucu PA gue bikin status gini:

status nesia

we share similarity, Nes

Itu gue banget sih. I’m not good with words, dan itu bikin gue lebih sering memperhatikan dalam diam.

Tapi doa gak sia-sia kok 🙂

***

18 September 2014 — Waktu lagi googling tentang gift of prayer, ketemu ini:

“Are you searching for the perfect gift for someone you love? I am. I always have a hard time finding something in the stores for people who already have everything they need, like my husband. Every year my daughters and I search high and low for something different. Whatever we choose has to be secured in a box with very little wiggle room, because he likes to shake them to determine the contents before Christmas day.

No matter what we come up with, it only brings temporary joy. It soon loses its excitement and glamour. I wonder, though, about all of the people who would love to receive something that money can’t buy. Something that will last. Maybe just much-needed peace of mind. Having a life-changing experience is the best gift anyone can receive.

Imagine someone waking up on Christmas morning and no longer feeling depressed. There is a gift we can all give to those we love. It cannot be wrapped in pretty paper. It cannot packed in a box and shaken. But it can restore marital relationships. It can heal diseases. It can bring peace to a troubled heart and soul. It can do what no other gift can do. And all it costs you is some of your time.

Prayer is that gift. Time spent in prayer for someone else is the greatest gift anyone can give. Prayer is the catalyst to unlocking heaven’s blessings. Prayer is the gift that God allows us to give back to him on behalf of others. We have a direct line to God and God has a direct line to the person our gift is intended for. When we pray for someone, they know that we have given them our time. They know that we had them in our thoughts”

Tagged , , ,

57. Ambil Alih

Dunia gak adil. Kalian salah. Beberapa sok tau.

Gak karuan. Gemas. Mengacaukan hari.

 

Lapangan sepi jadi tempat terbaik saat itu.

Samar-samar terdengar tawa.

Ribuan orang bahagia hari itu, tapi tidak dengan satu manusia ini.

Satu hal, yang disusul dengan hal kedua, merusak senyumnya.

Kemudian datang hal ketiga, yang membuat retakan makin besar.

 

Bersungut-sungut rasanya tepat.

Mencela terdengar wajar, karna dia tidak salah.

Tapi dia ingin jadi wanita kuat.

 

Jadi dia diam.

Menyimpan perkara itu dalam hatinya.

Namun matanya tidak bisa berbohong.

 

Bahagianya telah direbut, tapi mau sampai kapan?

 

Sampai dia bisa ambil alih pikiran dan perasaannya.

Advertisements
%d bloggers like this: