Category Archives: hidup

110. Dikecewakan

“If an enemy were insulting me, I could endure it;

If a foe were rising against me, I could hide.

But it is you, a man like myself, my companion, my close friend,

with whom I once enjoyed sweet fellowship at the house of God,

as we walked about among the worshipers.” – Psalm 55

Di akhir tahun 2017, respon pertama saat membaca ayat ini adalah saya takut.

“Duh apa nih Tuhan, jangan dong.” Gak sanggup dikecewakan temen sendiri 😦

Kenapa gue gak sanggup dikecewakan teman sendiri? Karna gue punya asumsi dan ekspektasi sendiri buat mereka.

Continue reading

108. It’s a Lufrednow Life

OK so this is my first writing after centuries and I have SO MANY to tell you and I know you guys miss me LIKE I DO, but to keep this writing understandable, I will try to control my flooded emotions and write in systematic order.

*

Being at 26, I’m past quarter-life and I’m older than 42% of people in Indonesia, guys, so I think I earn the right to speak this to you:

That life is lufrednow.

Continue reading

101. Fiksi: Back to the Future

Apa-apaan ini.

Nesia sedang duduk berhadap-hadapan dengan wanita berbadan kecil. Di dalam sebuah restoran, di hadapan makanan bernama ‘mie ayam’. Wanita di depannya masih menatap dia bingung, namun tidak melanjutkan apapun yang sedang dia katakan tadi sebelum Nesia ‘tersadar’.

Nesia menatap sekeliling, dia melihat meja-meja restoran itu terisi penuh. Ada mangkok di semua meja. Baiklah, tempat ini adalah restoran bakmie ayam. Selain mangkok, ada juga koper-koper kecil di samping setiap meja. Melihat itu, Nesia memalingkan wajah ke arah mejanya sendiri. Ada kertas bertuliskan ‘Lion Air’. Tidak dibutuhkan kepintaran untuk tau kalau dia sedang berada di bandar udara, dengan tujuan Yogyakarta.

“Boarding time: 18.30”

Mata Nesia mencari cepat ke seluruh restoran. Benda dengan bentuk apapun yang dapat memberikan informasi. Astaga!

“Mbak, maaf. Gate 3A dimana ya?,” tanya Nesia, panik. Dengan satu tarikan nafas, dia berhasil memasukkan semua barang di atas meja ke tas tangannya, minum tegukan terakhir air bening dan bersiap beranjak.

“Ehhh mbak. Kita kan disini karna pesawatnya delay.”

Nesia yang pintar tidak percaya begitu saja. “Mbak menggunakan Lion Air juga?”

“Mbak kok lupa sih,” kata si mbak yang masih belum diketahui namanya ini sambil menunjukkan boarding passnya, “cuman saya mau ke Solo”.

“Nunggu disini aja mbak. Katanya masih sejam lagi.”

Well, Nesia memang tidak ingat kenapa dia ada disana. Tapi dia tau betul kalau perutnya lapar. Melihat mangkok mienya yang baru habis sepertiga, Nesia menuruti saran mbak tersebut.

“Sampai mana tadi kita… Oh iya. Iya gituuu mbak, disana mah biasa aja punya anak tapi gak nikah,” jelas si mbak sambil menggerakkan pergelangan tangannya yang menyiratkan ‘santai aja kali, mbak’.

Continue reading

97. The Untold Story of One’s Past (1)

Awannya begitu pekat, dan hujannya begitu lebat. Si Abu-Abu berhasil menghalangi cahaya matahari melakukan tujuannya: memberikan kehidupan bagi tumbuhan kecil.

*

Temanku melihat kalender di HP. Ekspresinya yang bagaikan akuarium segera memberitahu apa yang ada di hatinya.

Takut.

Dia sudah mendapatkan jawabannya.

“Tidak”. “Bukan”. “Enggak”.

Dia sudah mengujinya juga. Tapi jawabanNya masih sama.

Khawatir, takut salah, dia menghubungi orang yang bisa ia percaya.

“Ma, aku sebenernya dapetin enggak, Ma. Gimana nih, ma, besok kita ketemuan. Aku bilang enggak aja ya, ma.”

Continue reading

95. Thanks, hard times!

For through you, My God makes me tougher and wiser.

You can rejoice, too, when you run into problems and trials, for you know that they help you develop endurance. (NLT)

Bring it on, hard times!

Cause I know One person that will always make the best out of you for me!

94. Mungkin Kamu Lapar

“Gimana, San, menurut lo?”

“Gue lagi gak bisa mikir ni, belum makan. Tar ya.”

Satu. Laper bikin gue oon. Dan menunda kerjaan.

“Lah yaudah bisa dibawa dong, kan ringan doang?!” (tutup telpon tanpa babibu)

Later on gue SMS doi, “maaf ya jutek, Sa, lagi laper soalnya”

Dua. Laper bikin gue emosi, end up berantem gak penting sama temen.

“Enak kan?”

“Wah gak tau mas, kalo laper cuman tau ‘enak’ sama ‘enak banget’”

Tiga. Laper bikin pendapat gue gak objektif.

Laper bikin kita jadi orang yang berbeda. Mungkin insight ini yang diambil tim Marketing Snickers buat bikin marketing campaign mereka.

snickers

Berdasarkan pengalaman pribadi, laper gak cuma bikin gue jadi rese tapi juga mengakibatkan oon dan dudut akut. Makanya harus makan supaya gak laper.

Continue reading

111. “Baik”

“Hai, gimana kabar?”

(lawan bicara baru membuka mulut)

“Ets! Gue gak terima jawaban default”

Ada orang yang menanyakan kabar temennya untuk basa-basi, tapi ada jenis orang yang menanyakan kabar karna bener-bener pengen tau kabar temennya.

Gue termasuk jenis kedua.

Continue reading

91. Libur 3 Bulan Ngapain Aja Tuh?

Chat sama junior Teknik Lingkungan ITB kemaren bikin jari gatel sih.

Screenshot_2015-05-26-16-13-07 Screenshot_2015-05-26-16-13-19 tweet
Sebagai alumni ITB yang udah kerja, mendengar kabar bahwa ada libur 3 bulan itu kaya.. kaya… dongeng di malam hari!

Hati gue sakit banget (drama) kalau ada junior yang menyia-nyiakan libur 3 bulannya. Tadi gue tanya temen gue alumni IPB dan dia bilang mereka biasanya libur cuma 3 minggu loh, maksimal sebulan. Kita anak ITB bisa libur 3 bulan? Hellloooooo.

Guys, kalo lo udah lulus dan memilih kerja kantoran, gak ada lagi tuh libur 3 bulan buat kalian (kecuali yang cewe bisa libur 3 bulan tar pas cuti hamil). Jangan sampai lo kaya Chandler yang melihat temennya ngerjain ini-ngerjain itu, tapi dia & Joey gak ngapa-ngapain & menyia-nyiakan hidup mereka.

</3 </3 </3

Ada 2 tipe orang yang menghadapi libur panjang:

Tipe 1 berkata “Justru karna ini liburan…”, dan udah ngebayangin puluhan episode serial yang akan ditonton seharian, games yang akan ditamatkan, dan jam-jam tidur yang diambil sampai puas!

Tipe 2 berkata “Justru karna liburan!”, dan udah ngebayangin banyak hal yang bisa dia lakukan karna punya banyak waktu kosong, ambil short course X, desain baju Y, dll.

KAMU YANG MANA?

Continue reading

Tagged ,

86. Actually, You’re Not Special

Pagi ini gue saat teduh (btw cekidot tulisan menarik tentang saat teduh disini). Biasanya kalau mau saat teduh, momen paling membingungkan adalah milh lagu pertama buat mengawali sate -_-

Tangan udah terlipat, mata udah tertutup, tapi otak gue masih scanning haha. Ah!

Dekat pada-Mu itu rinduku..

Setiap kataku, Kau pun menunggu..

Selalu nangis sih kalau inget kebaikan Tuhan. Mulai deh nada-nya kemana-mana :{

Tak kusangka, kutemukan satu kasih yang abadi..

Kini kudatang, dan kubawa hidupku..

Dan pikiran gue dibawa ke salibNya…

***

Gue pernah berada di satu titik dimana gue seenaknya memakai peristiwa kematian Yesus di kayu salib sebagai justifikasi kalau gue sangat spesial. #cewek #senengdiperlakukanspesial

“Tuhan Yesus mati buat kamu”

“Hiiiiks, aku spesial dan berharga banget yaaaa, thanks God” (sambil nangis terharu)

-_______________-

Ujung-ujungnya, jenis pemahaman seperti itu membawa gue melihat setiap pekerjaan yang dikerjakan Tuhan berpusat pada gue. Pada keberhargaan gue. GUE.

Kalau ada kebaikan Tuhan yang dilakukan dalam hidup gue, gue akan kembali nangis dan terharu sama kebaikan Dia yang menunjukkan kalau “Yes, I’m so special even God wants to do that for meeeeh”

Continue reading

Tagged , , ,

81. Masalah?

Saya tahu benar bahwa tahun 2015 ini tidak akan menjadi mudah. Karna Tuhan yang saya temui dalam firmanNya berkata bahwa Ia akan mengguncang-bangkitkan sarang saya yang nyaman supaya ada kesempatan saya melatih sayap saya dan belajar terbang*.

Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, .., demikianlah Tuhan sendiri menuntun dia. – Ulangan 32:11-12

Malam hari, 5 Januari.

Saya tidak bisa menjelaskan kondisi saat itu.

“Tidak ada yang bisa diajak bicara” bukan berarti tidak ada yang bisa diajak bicara. Hanya saja saya tahu cerita ke orang-orang terdekat tidak akan terlalu membantu, karna ini rumit dan saya terlalu lelah untuk bercerita dan menyusun kata.

Saya berpaling ke firmanNya. Karna firman adalah Allah sendiri, saya percaya ketika saya mencari perlindungan pada firman, saya sedang mencari perlindungan pada Allah sendiri.

S: Too hard.. can’t handle it

T: Kamu tidak ingat bahwa Aku tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu (I Kor 10:13)

Lalu mata hati saya dibukakan.

Jika Tuhan tidak pernah membiarkan saya mengalami masalah yang melampaui kekuatan saya, dan jika saya pikir masalah ini terlalu berat, berarti saya tidak sadar kalau saya lebih kuat dari yang saya tau..

Biarkan saya mengulanginya,

SAYA LEBIH KUAT DARI YANG SAYA KIRA!!

Oh what a revelation from the Living Word!

Dan saya dimampukan tersenyum ditengah-tengah kondisi ini.

Karna setiap hari saya ngaca...

Biar inget tiap hari, karna cewe selalu ngaca tiap pagi

*penjelasan: Tuhan itu bagaikan rajawali yang mengajar anak-anakNya terbang dengan mengguncangkan sarang anak rajawali supaya anaknya bisa belajar menggunakan sayapnya dan berlajar terbang #funfact

P.S.: Wahai kamu yang berbeban berat, carilah perlindungan di tempat yang benar. Supaya dengan alasan yang benar, kamu dapat bertahan.

Tagged , ,
%d bloggers like this: