Category Archives: teman

110. Dikecewakan

“If an enemy were insulting me, I could endure it;

If a foe were rising against me, I could hide.

But it is you, a man like myself, my companion, my close friend,

with whom I once enjoyed sweet fellowship at the house of God,

as we walked about among the worshipers.” – Psalm 55

Di akhir tahun 2017, respon pertama saat membaca ayat ini adalah saya takut.

“Duh apa nih Tuhan, jangan dong.” Gak sanggup dikecewakan temen sendiri 😦

Kenapa gue gak sanggup dikecewakan teman sendiri? Karna gue punya asumsi dan ekspektasi sendiri buat mereka.

Continue reading

Advertisements

103. Throwback Tumblr Candleskoy part Kocak

Karna besok gue mau ngisi sesi Pelatihan Menulis (again 🙂 ), siang ini jam lunch di kantor gue jadi ngebongkarin kotak menulis lama yang udah berdebu a.k.a…. tumblr!

Senyum-senyum sambil liatin laptop..

yeee kesel

BYE – -“

tb5

Continue reading

Tagged ,

88. Relasi Rusak Karna Kamu Salah Analisis Data, Dear

Sore hari di SC Johnson, gue lagi bantuin bos nyari angka baseline buat tahun depan,

“Sa, coba cari average salesnya perbulan” (ceritanya gue dipanggil Clarisa ama bos)

Semenit kemudian,

“Bos” (nunjukin laptop)

“Kalo nyari average sales yang lebih tepat itu take out data outlierny. Biar dapet angka yang lebih akurat” (mengambil alih laptop gue)

contoh jualan per bulan

contoh jualan per bulan (data palsu)

Yap jadi lo bisa liat kan dari contoh data jualan diatas, kebanyakan angkanya ratusan. Kalo ngeliat kolom paling kanan, angka average 649 didapet kalo gak mengeluarkan data outlier dari perhitungan.

Outlier: (Statistics) a data point on a graph or in a set of results that is very much bigger or smaller than the next nearest data point.

Sedangkan angka average 534 didapat dengan mengeluarkan angka outlier 89, 50, dan 2850. Lo liat kan gimana angkanya bisa beda banget setelah mengeluarkan 3 data outlier. Kalau mau nyari angka average yang lebih akurat buat forecast jualan di tahun depan, baiknya pake angka average yang gak mengikut-sertakan data outlier.

*

Di suatu sore, terjadi percakapan antara gue dan teman yang baru gue kenal beberapa bulan:

“Ciyee, jadi Sandra ternyata anaknya *%$(disensor)#@* yaa..”

“Yaampun gue kaya gitu baru sekali dan lo udah nyimpulin gue kaya gitu. Satu data gak berarti apa-apa, men.”

Continue reading

Tagged , ,

74. Inner Circleku

“.. yang beberapa tahun lalu cuma seorang asing baginya.”

2009sayang

“Ada sesuatu yang nggak bisa dipaksakan dengan sering-sering ketemu, dan nggak bisa dihancurkan walaupun jarang ketemu.

Dan ini berlaku untuk kita.” – Gavrila

093

Continue reading

72. A Reason to be Unhappy

Kalo nonton F.R.I.E.N.D.S, lo pasti tau Phoebe itu dudutnya parah banget. Tapi sekalinya dia ngomong bener, nancepnya dalem.

Phoebe6 Phoebe7

Kita semua gak ada yang mau jadi alasan temen kita unhappy, right.

***

Continue reading

Tagged , , , ,

63. Kado Mahal, Tapi Semua Orang Bisa Ngasih

statfb2

Pernah gak ngerasa segitu pedulinya sama temen, sampe kita cuma bisa berdoa?

Terkesan pasif, padahal sebenernya ini lahir dari keinginan hati terdalam untuk melihat hal besar & keren terjadi di hidup dia.

Yang dia butuh sesuatu yang gak bisa dibeli, karna gak dijual dimana-mana.

Bukan sesuatu yang bisa gue kasih, karna gue gak punya.

Bukan sesuatu yang bisa dibuat, karna hal yang kelihatan itu fana.

Sedangkan kami butuh lebih dari sekedar barang yang bisa diraba.

Hal yang kami minta segitunya sampe cuma bisa dikasih Satu Orang.

***

Besoknya setelah gue bikin status di FB, cucu PA gue bikin status gini:

status nesia

we share similarity, Nes

Itu gue banget sih. I’m not good with words, dan itu bikin gue lebih sering memperhatikan dalam diam.

Tapi doa gak sia-sia kok 🙂

***

18 September 2014 — Waktu lagi googling tentang gift of prayer, ketemu ini:

“Are you searching for the perfect gift for someone you love? I am. I always have a hard time finding something in the stores for people who already have everything they need, like my husband. Every year my daughters and I search high and low for something different. Whatever we choose has to be secured in a box with very little wiggle room, because he likes to shake them to determine the contents before Christmas day.

No matter what we come up with, it only brings temporary joy. It soon loses its excitement and glamour. I wonder, though, about all of the people who would love to receive something that money can’t buy. Something that will last. Maybe just much-needed peace of mind. Having a life-changing experience is the best gift anyone can receive.

Imagine someone waking up on Christmas morning and no longer feeling depressed. There is a gift we can all give to those we love. It cannot be wrapped in pretty paper. It cannot packed in a box and shaken. But it can restore marital relationships. It can heal diseases. It can bring peace to a troubled heart and soul. It can do what no other gift can do. And all it costs you is some of your time.

Prayer is that gift. Time spent in prayer for someone else is the greatest gift anyone can give. Prayer is the catalyst to unlocking heaven’s blessings. Prayer is the gift that God allows us to give back to him on behalf of others. We have a direct line to God and God has a direct line to the person our gift is intended for. When we pray for someone, they know that we have given them our time. They know that we had them in our thoughts”

Tagged , , ,

61. Been Friends Since 1998

Gak tahan gak cerita.

Persahabatan kami dimulai dari kemurungan anak Jakarta yang sedang menjalani hari pertama di sebuah sekolah dasar di Bontang.

Aku, saat itu, belum punya temen.

Tiba-tiba ada bayangan datang dari sesosok anak kecil yang ada dibelakangku.

Aku menoleh ke belakang. Jangan bayangin gerakannya menghasilkan sibakan anggun seperti di iklan, soalnya rambutku lagi model Bruce Lee jaman itu.

Berdiri dibelakangku seorang anak perempuan berkepang dengan hidung mancung yang agak lucu.

“Kamu Sandra ya?”

Wah ada yang tau namaku.

Ya eyalah kan ada tuh dibordir di seragam.

Aku melirik bagian atas kantong bajunya. “Benecia Avilla”.

Sejak saat itu kami main bareng. Keesokan harinya, sampai minggu depan, sampai tahun depannya.

Satu kalimat Benes mengawali.. aarh mengawali semuanya!

Dari rok merah, sampai rok biru, kami selalu main bareng. Penekanan pada kata selalu.

Kehidupan masa kecil di kota kecil yang paling menyenangkan yang bisa kubayangkan. (ada rimanya, nyadar gak?)

Continue reading

Tagged ,

52. Bocah Punya Pacar

17 Maret 2014

Gue liat HP, ada missed call dari Riesyanita Maharani.

Gue paham nih.

“Udah fix?? Call meh!”

Continue reading

Tagged

51. Si Dia

Ternyata ada satu lagi manfaat hardisk: buat jadi time capsule tulisan-tulisan lama yang gak dipublish, dan akhirnya dilupain, tapi akhirnya lebih seru karna baru dibaca kemudian.

Tulisan ini gue tulis 17 April 2012.

Sampai gue buka lagi file ini, gue lupa tulisan ini pernah ada. Tapi setelah gue menjelajahi tiap kalimat yang gue tulis 2 tahun yang lalu, gue jadi inget perasaan gue saat itu.

—-

Aku gak tahan

Aku harus segera menulis ini

Aku meluap-luap

Continue reading

Tagged , ,

50. Ketimbang Gosip

Gue lebih pengen tau isi buku yang lagi lo baca.

Gue lebih pengen tau kenapa lo ambil S2.

Gue lebih pengen tau apa film apa yang lo suka.

Ketimbang kekurangan orang yang baru lo temui.

Ketimbang kabar orang yang gak gue kenal.

Ketimbang cerita yang belum pasti benar.

Gue lebih pengen tau apa yang lagi lo pikirin.

Gue lebih pengen tau kemaren weekend lo ngapain.

Gue lebih pengen tau “kenapa” dibalik “apa” lo.

Ketimbang hal yang gak bikin gue kenal lo lebih dalam.

Ketimbang terpengaruh drama yang gak real.

Ketimbang itu semua, gue pengen jadi temen lo, bukan jadi temen gosip lo.

(ditulis bukan untuk satu nama spesifik)

Lihat tulisan gue yang lain tentang gosip disini.

Tagged
Advertisements
%d bloggers like this: